Balitek KSDA Samboja bekerjasama dengan TNC (The Nature Conservancy)  menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Sistem Informasi Geografis Untuk Penelitian Konservasi Sumber Daya Alam”, bertempat di ruang rapat Balitek KSDA selama 3 hari (13-15/3/2018).

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam penggunaan analisis spasial untuk kegiatan penelitian,” ujar Mukhlisi, S.Si., M.Si salah satu staf peneliti Balitek KSDA. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 11 peserta meliputi 8 staf peneliti, 2 staf teknisi litkayasa dan 1 staf pengelola KHDTK.

Pelatihan dibimbing oleh tenaga GIS TNC, Mohammad Arief, S.Si dan Adis Hendriatna, S.Hut.  Materi yang disampaikan adalah kombinasi teori dan praktek secara langsung di antaranya input data GPS ke software, produksi dan layout peta, operasionalisasi data vector/tabular, penggunaan fungsi spatial analysis, serta latihan beberapa studi kasus.

Pada akhir pelatihan, peserta diminta untuk menyelesaikan studi kasus dengan mempresentasikan hasil analisis spasial berupa tingkat keterancaman habitat orangutan di lanskap Kutai menggunakan kriteria serta bobot/skor yang disepakati.

Menurut Adis Hendriatna, S.Hut, sebetulnya banyak software yang dapat digunakan untuk analis spasial, namun dalam pelatihan ini digunakan Quantum GIS, karena bersifat open source yang tentunya gratis dan terus berkembang secara dinamis.

Menariknya, dalam pelatihan ini juga diperkenalkan beberapa aplikasi GIS lain yang dapat digunakan untuk menunjang penelitian bidang konservasi sumber daya alam, seperti Maxent untuk memodelkan distrubusi/kesesuaian habitat suatu spesies serta Distance untuk analisis densitas satwa liar.

Lebih lanjut, trainer lainnya Mohammad Arief, S.Si, mengingatkan bahwa pelatihan penggunaan software untuk analisis spasial tidak mungkin selesai melalui pelatihan singkat 3 hari saja, diperlukan latihan rutin secara mandiri untuk betul-betul menguasainya.

“Peningkatan kapasitas SDM ini adalah bagian dari program kemitraan yang sudah dijalin antara TNC dan Balitek KSDA,” ungkap Edy Sudiono, SP selaku Program Manager TNC. Sebagaimana diketahui, Balitek KSDA dan TNC dalam berbagai kesempatan melakukan survey gabungan untuk mendukung pengelolaan Bentang Alam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Wehea Kelay.

Kepala Balitek KSDA Samboja, Ahmad Gadang Pamungkas, S.Hut., M.Si berharap melalui pelatihan ini para peneliti dapat mengaplikasikannya untuk mendukung kegiatan penelitian yang dilakukan agar lebih berkualitas. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa para peneliti harus terus mengikuti perkembangan berbagai metode baru dalam penelitian, termasuk analisis spasial. (MSI)

 

 

 

 

 

 

 

Share Button