Sengkuang atau yang dikenal dengan nama latin Dracontomelon dao (Blanco) Merrill & Rolf merupakan jenis pohon yang tergolong dalam suku Anacardiaceae. Sengkuang tumbuh subur di samping gedung Herbarium Wanariset dan dijadikan obyek penelitian bagi teknisi litkayasa Balitek KSDA. Sengkuang merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat obat bagi masyarakat Dayak.

Kulit pohon Sengkuang dapat digunakan untuk obat diare dengan cara ditumbuk, direbus, diminum dengan dicampur kenanga (Falah et. al. 2013). Salain itu kulit biji Sengkuang dapat digunakan sebagai pewarna dan penguat gigi (Vietnam dan Laos), anti bakteri dan antifungi (Word agroforestry center (tanpa tahun), Brad acs (2008) Zumbroich (2009). Selain itu

3Selain itu bagian bunga dan daun dapat dimasak dan dimakan sebagai sayuran (Papua Nuew Guine) dan digunakan sebagai penyedap makanan (Maluku).

Kegiatan penelitian tambahan ini dilakukan oleh teknisi litkayasa untuk mengisi waktu luang selain tugas pokoknya membantu kegiatan penelitian. Kegiatan ini dilakukan oleh beberapa orang teknisi dan diarahkan oleh peneliti.

“Pada tahun 2016, pohon sengkuang ini telah mengalami dua kali pembungaan dan pembuahan yaitu pada bulan Maret dan Agustus. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Mei s/d Agustus 2016. Dimulai dari pengumpulan buah, penanaman, penyapihan sampai dengan pengukuran riap tumbuh,” kata Mira Kumalaningsih, S.Hut salah satu teknisi  litkayasa penyelia Balitek KSDA.

Pengumpulan buah dilakukan dengan memungut dan memilih buah yang jatuh di bawah pohon induk. Kemudian dilakukan proses penanganan benih selanjutnya di tanam di bak plastik yang ada di rumah kaca.

Media yang digunakan adalah pasir dan arang sekam yang sudah dibersihkan dari kotoran kemudian disterilkan.

“Kami melakukan pengamatan, pengukuran dan pemeliharaan setiap harinya,”kata Nanda Farha Nadia teknisi Balitek KSDA.

“Dalam proses perkecambahan ini terdapat hal unik yang menjadi perhatian para teknisi yaitu dalam 1 butir benih dapat menghasilkan lebih dari satu kecambah. Hal ini jarang terjadi pada benih pohon hutan lainnya,”tambah Dwi Wahyu Mentari teknisi Balitek KSDA yang juga ikut melakukan pengamatan.

Rencana kedepannya, pohon hari hasil perkecambahan ini dapat dikembangbiakkan di plot Tumbuhan Berkhasiat Obat KHDTK Samboja.***MK

Share Button