Ir. Bambang Hendroyono, MM., Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Sekjen KLHK) berniat dan berupaya untuk hidupkan Badan Litbang dan Inovasi (BLI) di KLHK. Hal ini disampaikan pada saat mengunjungi Kampus BLI, Gunung Batu, Bogor (Senin, 31/08).

“Dari awal saya konsen dengan litbang. Saya rasakan ada hambatan. Dengan jadi Sekjen harus selesaikan. Kita hidupkanlah litbang, biro teknis dan hukum, “kata Bambang.

Bambang menyadari bahwa peranan BLI di KLH belum optimal dan banyak Eselon I  yang belum menggunakan hasil kajian maupun telaah BLI. Bahkan selama ini, kebijakan yang dibuat di Kementerian Kehutanan (sebelum melebur dengan Kementerian Lingkungan Hidup) banyak yang tidak melalui atau hasil kajian dari litbang. Sehingga dalam pelaksanaanya tidak berhasil bahkan gagal di tengah jalan.

“kita belum membangun sistem bagaimana sebuah inovasi untuk kebijakan. Kebijakan tidak bisa lepas dari inovasi. Inovasi keluarnya dari litbang. Kita harus membangun keluarnya kebijakan betul-betul dari Research and Development  (R n D). Seperti pada perusahaan-perusahaan swasta, mereka sangat menggunakan hasil R and D,”kata Bambang.

Oleh karena itu, Bambang menghimbau bahwa segala hal yang terjadi selama ini tidak akan terulang kembali. Dimana kebijakan yang diambil tidak lagi dilakukan secara mendadak tetapi melalui telaahan atau kajian litbang.

“Harus ada perintis. Kalau bukan sekarang kapan lagi untuk mencapai hasil yang baik. Harus ada generasi yang create ke depan. Jangan lagi ada yang mendadak,”kata Bambang.

Selain itu, Bambang menyayangkan bahwa selama ini Eselon 1 di KLHK banyak menggunakan pakar dari luar, bukan dari BLI. Padahal diketahui bersama bahwa di BLI telah banyak menghasilkan pakar-pakar yang handal.

“Kita bisanya minta kepakaran macam-macam. Kenapa tidak memakai litbang sendiri. Kita boleh menggunakan pakar dari luar, kalau di litbang tidak ada. Kita harus jual profesornya,”tegas Bambang.

Bambang sadar bahwa untuk mencapai hal itu adalah tidak mudah. Namun demikian, Bambang berharap bahwa BLI harus mulai bangkit. BLI harus mulai introspeksi, kendala atau hambatan apa yang dihadapi selama ini. Selain itu, BLI harus mulai percaya diri. Hasil litbang jangan hanya disimpan saja di litbang saja tetapi mulai diujicobakan di lahan yang lebih luas.

“Sekarang harus begitu, hasil-hasil litbang yang sudah yakin berhasil dilapangan, terapkan di KPH. Bahkan kalau perlu paksa saja KPH itu. Jangan sendiri-sendiri,”kata Bambang.

Pada akhir kunjungan tersebut, Bambang menantang BLI untuk berperan serta mendorong pemerintah untuk membangun hutan tanaman, terutama jenis-jenis tanaman energi yang telah diteliti oleh BLI.

“Litbang dorong pemerintah untuk kelola atau menanam sendiri pada areal sendiri. Litbang yang tentukan lahannya,” kata Bambang yang berharap bahwa hasilnya nanti menjadi salah satu keberhasilan KLHK dalam mendukung nawacita Presiden Jokowi.

Dialog ini diawali dengan paparan profil BLI oleh Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi, Ir. Tri Joko Mulyono, MM., dan dialog diikuti oleh Prof.Riset dan pejabat struktural lingkup BLI di Bogor

Sumber : forda-mof.org

Share Button