Puluhan sekolah dari pelosok Nusantara diganjar penghargaan Adiwiyata Mandiri dalam puncak perayaan Hari Lingkungan Hidup. Sekolah mereka dinilai peduli dengan lingkungan hidup, bagaimana dengan yang lainnya?

Contohlah yang dilakukan SMA 2 Tanjung Balai, Sumatera Utara. Tanah luas yang dimiliki sekolah ini tidak dibiarkan menganggur. Pengelola sekolah menanam 200 pohon besar setinggi kisaran 15 meter.

“Benar 200 pohon, nanti saya cek loh,” kata Presiden Jokowi kepada Kepsek Herawati.

Perbincangan ini terjadi di halaman belakang Istana Bogor dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup, Jawa Barat, Jumat (5/6/2015). Saat itu Jokowi memanggil Herawati karena sekolahnya mendapat penghargaan itu.

Jokowi meminta agar tembok sekolah yang biasanya terbuat dari semen, bisa juga ditanami pohon merambat. Herawati pun menyanggupi. Dia juga menjelaskan sekolahnya juga menanam apotik hidup.

‎Atau tengoklah yang dikerjakan oleh SMPN 1 Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Menurut sang Kepala Sekolah, Rahmadi, pihaknya juga memproduksi temu lawak serta jamu di halaman sekolah.

“Bahkan kita juga menanam tanaman Gaharu, tanaman yang biasa digunakan untuk parfum maupun dupa,” kata Rahmadi.

Sedangkan SMPN 11 di lokasi serupa menanam banyak buah-buah lokal. Mereka juga membuat enam kolam resapan air yang diisi dengan ikan Nila, Patin dan Lele.

“Tidak untuk dijual, untuk konsumsi kami,” tandasnya.

Bisa juga mulai peduli lingkungan dari kisah inspiratif Akelaras, seorang pria dari Deli Serdang, Sumut, yang mendapat penghargaan Kalpataru. ‎”Saya membina masyarakat untuk melakukan pembibitan tanaman, khususnya tanaman keras (pohon), dan bentuk kelompok itu untuk membuat bibit, bibit itu diutangkan pada warga, kalau panen, baru bayar. Buat bibit, diutangkan ke masyarakat, kalau sudah panen dibayar, tp umumnya mereka nyicil,” papar Akelaras.

Buat Akelaras, penghargaan ini tidak pernah dimimpikan sebelumnya. Apa yang dilakukan selama ini murni keinginannya untuk menyelamatkan lingkungan.

“Yang saya lakukan sepertinya itu rahmat, dan kodrat saya, saya nggak mikir dapat hadiah,” tandasnya.

“Ya ini yang kita cari. Kalau kita punya seribu kaya Pak Akelaras ini sudah rampung masalah lingkungan di Indonesia,” puji Jokowi.

Sumber : klik di sini

Berita terkait lainnya : di sini

Share Button