“Saya senang sekali, kegiatan ini mempertemukan kita para Rimbawan di Kaltim”. Ungkapan tersebut disampaikan Sukoco, seorang Staf UPTD Pembinaan dan Pelestarian Alam (PPA) Dinas Kehutanan Propinsi Kaltim. Sukoco adalah perwakilan Pemprov dalam kegiatan Pembangunan Plot Sampel Permanen (PSP) dan Pengukuran Karbon di Kalimantan Timur.

“Kami menghimpun peranan para pihak di Kaltim dalam project ini, dengan harapan terbangunnya kebersamaan kerja dan tanggung jawab bersama untuk Pengurangan Emisi.  Ada 12 stakeholder yang dilibatkan, termasuk juga kawan-kawan dari swasta, mahasiswa dan masyarakat adat,” jelas Nurul Silva peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Dipterokarpa (B2P2ED).

Para pihak berasal dari Universitas Mulawarman, Balai KSDA, KPH Berau Barat, UPTD PPA Dishut Propinsi Kaltim, Balitek KSDA Samboja, Badan Pengelola Sungai Wein, Balai Taman Nasional Kutai, Lembaga Adat Wehea, Yayasan Bioma dan Balai Litbang Banjarbaru.  “P3SEKPI dan B2P2ED dalam hal ini berperan sebagai host,” lanjut Nurul Silva.

Kegiatan Pembangunan PSP di Kalimantan Timur adalah bagian dari Program Pengurangan Emisi (FCPF) Carbon Fund. “Program ini menempatkan Kaltim sebagai pilot project karena komitmen yang kuat dari Gubernurnya, Dr. Awang Faroek Ishak, untuk program pengurangan emisi,” kata DR. Zahrul, peneliti Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI).

“Alhamdulillah, setelah melalui beberapa pertemuan-pertemuan yang dilakukan secara marathon; termasuk berbagai persiapan lainnya, yang kadang berdarah-darah, akhirnya kita sampai pada kegiatan lapangan ini. Kita bangun sebanyak 159 PSP di Kalimantan Timur, tersebar di 6 Kabupaten dan 10 tutupan lahan,” penjelasan Fatmi Noor’an, peneliti Balai Besar Dipterokarpa Samarinda yang juga sebagai koordinator kegiatan pembangunan PSP Kalimantan Timur.

Plot Sampel Permanen adalah areal dengan tanda batas yang jelas dalam suatu petak ukur berbentuk persegi panjang/bujur sangkar/lingkaran dengan ukuran tertentu yang digunakan untuk pengumpulan dan pemantauan data secara kontinu. Kegiatan pembangunan plot dilakukan dengan metode yang sudah dibakukan dalam Standar Nasional Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara serentak, pada tanggal 31 Agustus –  11  September 2016.  Para pihak diwakili oleh 50 orang personil ahli dan teknisi yang dibagi dalam 6 Tim. “Kami dari Tim 1 akan membangun 21 PSP.  Enam-Sepuluh di antaranya akan dibangun di KHDTK Samboja dan sisanya di Tahura Bukit Soeharto,”penjelasan ketua Tim 1, Ariyanto kepada Gadang Pamungkas, Kepala Balitek KSDA Samboja.

5“KHDTK Samboja merupakan kawasan yang ikonik merepresentasikan hutan tropis Indonesia.  Menempatkannya sebagai bagian dari kegiatan ini adalah hal sangat tepat.  Balitek dalam hal ini akan memberikan dukungan yang maksimal.  Supporting akan diberikan pada saat pembangunan hingga pengamanan atau pada saat MRV,”sambutan Gadang Pamungkas dalam ramah tamah di awal kegiatan.

Pembangunan PSP oleh Tim 1 diselesaikan pada tanggal 10 September 2016. Sepuluh PSP yang dibangun di KHDTK Samboja terdiri dari 5 PSP pada tutupan hutan sekunder, 3 PSP pada tutupan Semak dan 2 PSP pada Belukar. Salah satu PSP di antaranya ditempatkan di Rintis Wartono Kadri yang legendaris.

Sementara itu, di Tahura Bukit Soeharto terdiri dari 11 PSP, meliputi  6 PSP pada Hutan Sekunder dan 5 PSP pada Belukar.  Nilai penting lain yang diperoleh dalam Tim 1 adalah silahturahim dan kebersamaan.  “Berkebetulan sekali, kebersamaan tersebut ditutup dengan tradisi guyur air pada salah seorang anggota tim kami,”Jelas Arifin, tenaga Botanis dan Pengenal Jenis dari Balitek KSDA Samboja.  Agung, teknisi B2P2D, pada hari itu berulang tahun.  Hepi besday Bro!!  (Sur).

Share Button