Dalam rangka mendekatkan dan meningkatkan pengetahuan di bidang biosistematik dan etnofarmaka, mahasiswa dan dosen Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan praktikum lapangan di Balitek KSDA. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 14 s.d. 16 Maret 2017. Peserta kuliah lapang merupakan seluruh mahasiswa angkatan 2016 yang mengambil mata kuliah Biosistematika dan Etnofarmaka dan berjumlah 160 orang. Dalam kunjungannya mahasiswa didampingi oleh 4 dosen pengampu yaitu Adam M. Ramadhan, M.Sc, Apt, Jaka Fadraersada, M.Farm-Klin, Apt, M. Arifuddin, S.Si, M.Si., Apt dan Mahfuzun Bone, S.Farm., M.Si., Apt.

Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian, Drinus Arruan, S.Hut dalam sambutannya mengapresiasi dengan baik adanya kuliah lapang dari perguruan tinggi khususnya Farmasi Unmul setiap tahunnya di Balitek KSDA. “Saya berharap dengan kegiatan kuliah lapangan ini dapat memberikan manfaat sebagai bekal kuliah”, kata Drinus. Selain itu Drinus juga berharap untuk bahan skripsi masing-masing mahasiswa dapat memilih jenis-jenis tumbuhan yang lebih beragam. Sehingga akan lebih mendorong penelitian dan juga upaya konservasi tentang tumbuhan berkhasiat obat khususnya di Kalimantan.

Pada materi ruang,  mahasiswa dibekali Pengenalan Profil Balitek KSDA (Ulfah Karmila Sari), Pengantar Etnobotani  dan Pengenalan Riset Etnobotani yang telah dilakukan Balitek KSDA  (Septina Asih Widuri dan Antun Puspanti), Teknik Pembuatan Herbarium dan Teknik Pengenalan Jenis Tumbuhan (Dr. Arbainsyah).

Setelah materi ruang, mahasiswa diajak untuk belajar bagaimana membuat sampel herbarium. Mulai dari eksplorasi, penyortiran spesimen, pengeringan spesimen, mounting/pengeplakan. Tim Herbarium yang menjadi pembimbing proses belajar pembuatan sampel herbarium adalah Mira Kumalaningsih, Iman Suharja, Priyono, Zainal Arifin, Nanda Farhazakia,dan Dwi Wahyu Mentari.

Terlihat mahasiswa sangat antusias belajar membuat sampel herbarium secara berkelompok. Sampel herbarium karya mereka akan digunakan sebagai salah satu materi penilaian mata kuliah Biosistematika dan Etnofarmaka.

Mahasiswa juga diajak untuk melihat koleksi Herbarium Wanariset Samboja baik sampel kering, basah maupun koleksi kayu sembari melakukan diskusi dengan tim Herbarium Wanariset.

Selanjutnya mahasiswa diajak untuk melihat koleksi Tumbuhan Berkhasiat Obat (TBO) di KHDTK Hutan Penelitian Samboja di sepanjang trek Tri Joko Mulyono. “Plot TBO di KHDTK Hutan Penelitian Samboja ini memiliki luas 5,6 ha. Koleksi tumbuhan yang ada di sepanjang trek Tri Joko Mulyono sekitar 60 jenis. Sebagian besar (hampir 50 jenis) merupakan tumbuhan asli di lokasi tersebut dan sebagian kecil lainnya ditanam atau introduksi”, kata Yusub Wibisono salah satu pendamping dari Balitek KSDA saat kunjungan lapangan.  Tim pendamping lainnya di Plot TBO adalah Taufiqurahman, Syamsu E. Rinaldi, Teguh, Frans Paginta, Rudimin Akbar.
Semoga dengan diadakannya kegiatan praktikum lapangan Eksplorasi Tumbuhan Obat di Balitek KSDA dapat memberikan pengetahuan mengenai tumbuhan obat dan khasiatnya serta terjaga kelestariannya. Tentu saja hal ini akan menjadi sumbangsih besar dalam penunjang pengembangan penelitian yang berorientasi dalam bidang farmakognosi dan bahan alam*** ADS

Share Button