Buku Statistik Badan Litbang Kehutanan (Balitbanghut) akan menjadi sangat strategis apabila data dan informasi yang disajikan tepat waktu, akurat dan bisa menjadi rujukan dan dimiliki bersama oleh para pihak. Hal ini diungkapkan oleh  Ir. Tri Joko Mulyono, MM., Sekretaris Balitbanghut (Sekbadan) saat memberikan arahan pada acara Pembahasan Statistik Balitbanghut 2014 di Ruang Rapat Cendana, Bogor (Selasa, 28/04/2015).

“Saya berharap bahwa statistik yang kita susun disamping memenuhi kebutuhan formal, juga bisa memberikan outcome bagi para pihak. Dan para pihak bisa mengakses hasil litbang atau Badan Litbang baik secara substansi maupun organisasi,” kata Sekbadan.

Buku statistik Balitbanghut merupakan publikasi resmi yang memberikan gambaran kondisi terkini Balitbanghut. Oleh karena itu, data dan informasi yang disajikan dalam buku tersebut harus akurat, lengkap serta obyektif.

“Data dan informasi akan bernilai apabila tepat waktu. Selain itu, buku statistik ini harus layak uji serta traceable atau dapat ditelusuri kebenaranya,” kata Sekbadan.

Untuk mencapai hal tersebut, maka Sekretariat Balitbanghut mengundang para pihak terkait di lingkup Pusat Litbang Kehutanan (Puslit) untuk bersama-sama membahas, mengkaji, klarifikasi serta penguatan terhadap data dan informasi yang ada di draft Buku Statistik Balitbanghut 2014.

“Diharapkan tidak ada keraguan tentang validasi data dan informasi dari statistik ini. Klarifikasi semoga dapat dilakukan dengan cepat dan akurat,”kata Sekbadan.

Namun demikian, Sekbadan mengingatkan bahwa informasi yang ditampilkan dalam Buku Statistik Balitbanghut 2014 tidak hanya menonjolkan keberhasilan atau succes story  tetapi juga menampilkan informasi permasalahan yang strategis yang dihadapi oleh Badan Litbang Kehutanan

“Permasalahan tersebut bisa menjadi pijakan bagi kita untuk melompat,” kata Sekbadan.

Buku Statistik Balitbanghut 2014 memberikan gambaran atau informasi Balitbanghut dalam kurun waktu lima tahun terakhir (periode Renstra 2010-2014). Buku ini diklasifikasikan dalam 7 bab yaitu organisasi, kegiatan penelitian, kerjasama penelitian, publikasi dan disemiasi, anggararan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia.

Penyusunan Buku Statistik Balitbanghut 2015 dinilai Sekbadan merupakan suatu hal yang unik, karena : 1) Bersamaan waktu dengan berakhirnya Rencana Strategis (Renstra) Balitbanghut tahun 2010 – 2014; 2) Memasuki organisasi baru; dan 3) Anggaran yang agak tersendat, tetapi kegiatan bisa berjalan terus.

“Saya harap statistik ini segera diselesaikan, sehingga siapapun nanti yang menjadi komando Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi mengetahui gambaran umum,” kata Sekbadan.

Sementara itu Ir. Nugroho, S.P.,M.Sc, Kepala Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan dalam paparannya memberikan beberapa catatan bahwa hasil penelitian (output) tidak hanya informasi ilmiah saja, tetapi paket teknologi harus dipush lagi. Selain itu kerjasama diharapkan naik terus setiap tahun untuk membantu pendanaan kegiatan penelitian kita dan HKI perlu dipush lagi, terutama hak paten karena hanya ada 5 buah, proses paten 21 dan 10 perlindungan varietas tanaman (pvt) yang berasal dari Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta dan Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor.***THS

Materi terkait;

Ringkasan Statistik FORDA_2014

 

Share Button