Menteri Desa, Pembangunan Daerah  Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengatakan, potensi wisata baru di pedesaan harus berbasis lingkungan. Sehingga, lingkungan sekitar tetap terjaga dan masyarakat tidak terimbas dampak buruk akibat pengelolaan yang tak baik.

‪”Wisata desa harus memerhatikan lingkungannya. Dibuat kawasan penghijauan, agar masyarakat yang datang betah dan akan terus berkunjung. Sehingga akan menambah ekonomi masyarakat desa,” ujarnya saat meninjau wisata Bukit Jamur, Desa Bungah, Gresik, Jawa Timur, Sabtu, (21/3).

Menurut Marwan, pandangannya lahir bukan tanpa alasan. Paling tidak wisata di Desa Bungah terbukti mampu menarik perhatian masyarakat, meski sebelumnya bekas galian C. Namun karena batu-batunya mirip jamur, orang menjadi penasaran untuk berkunjung.

‪”Tempat ini bagus. Infonya, pada akhir pekan selalu didatangi masyarakat yang ingin melihat keunikan batuan yang terbentuk seperti jamur. Cuma perlu ditata lingkungannya,” ujarnya.‬

‪Wisata desa, kata Marwan, harus dikelola dengan baik. Karena bisa menjadi tambahan ekonomi bagi masyarakat desa.

“Pengembangan desa-desa wisata baru,  harus dikembangkan dan ditata lebih bagus lagi,” ujarnya

‪Apabila ada tempat wisata potensial yang merupakan milik pribadi,  Marwan menilai sebaiknya tetap memerhatikan keterlibatan masyarakat. Agar bisa dikembangkan lebih baik.

“Nah kalau wisata desa yang sudah jalan, lebih baik dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar masyarakat juga terlibat,” ujarnya.‬

Sumber : Klik di sini

Share Button