3Dalam rangka membangun kompetensi melalui publikasi jurnal Internasional, Balai Litbang Teknologi Konservasi dan Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) menugaskan 5 stafnya yang terdiri dari peneliti dan teknisi litkayasa mengikuti Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah Internasional yang diselenggarakan UPT Layanan Internasional Universitas Mulawarman.

Balitek KSDA berharap kegiatan yang diadakan selama dua hari, 2-3 Agustus 2016 di Gedung Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda ini dapat menjadi pemicu peningkatan jumlah publikasi Balitek KSDA di jurnal ilmiah internasional yang terakreditasi.

“Menulislah berdasarkan competency base bukan opportunity base agar rekam jejak keilmuan kita jelas,” kata Rudiyanto Amirta, PhD, Direktur UPT Layanan Internasional Universitas Mulawarman pada pembukaan pelatihan.
Menurutnya, pelatihan ini penting mengingat data Scimago Journal & Country Rank pada http://www.scimagojr.com/countryrank.php, tahun 2015 lalu, Indonesia menempati urutan ke-49 dengan jumlah publikasi jurnal 6280. Sementara di tingkat ASEAN, Indonesia berada di bawah Thailand (peringkat 41, 11632 jurnal), Singapura (peringkat 31, 17976 jurnal) dan Malaysia (peringkat 23, 23441 jurnal).

2Bersama peserta lainnya, peneliti, teknisi litkayasa dan dosen lingkup Kalimantan Timur, staf Balitek KSDA dibekali arti penting publikasi internasional, mengenal jurnal internasional dan etika penulisan, kebaharuan ide dan kelayakan data publikasi internasional, sistematika dan teknik penulisan jurnal internasional, cara membuat cover letter dan proses online submission yang diakhiri dengan praktek penulisan dan diskusi.

Selain itu, pada pelatihan ini juga ditekankan tentang pelanggaran etika yang harus dihindari yaitu fabrikasi data (mengada-adakan data), falsifikasi data (merekayasa data agar sesuai dengan kesimpulan yang diinginkan) dan plagiarisme, termasuk ketika kita mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa memberikan acknowledgement berupa sitasi yang secukupnya.

Pelatihan ini berlangsung dengan santai namun interaktif-komunikatif sehingga antusiasme peserta terus terjaga hingga akhir pelatihan. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, penyelenggara bersedia menjadi pendamping bagi para peserta yang hasil penelitiannya ingin diterbitkan di jurnal internasional maupun nasional.***ayrusida’16

Share Button