Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar mengatakan, pemerintah akan bertindak cepat menangani kebakaran hutan terutama di daerah-daerah yang dekat dengan pemukiman transmigran, seperti di Desa Padauloyo, Kecamatan Ampana Tete, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

“Masalah kebakaran hutan ini jelas akan merugikan masyarakat desa. Apalagi di Kecamatan Ampena Tete itu adalah wilayah transmigrasi. Pemerintah akan bertindak cepat menanganinya. Jangan sampai hak-hak dasar masyarakat tidak terpenuhi,” ujar Marwan, Senin (31/8).

Menurut Marwan, terkait antisipatif untuk pemadaman pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga lain, terutama pemerintah daerah. Sementara untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat yang terkena dampak seperti makan, sarana mandi, cuci dan kakus (MCK), serta kebutuhan dasar lain, akan dipenuhi Kementerian DPDTT.

“Kalau dampaknya kepada masyarakat desa, masyarakat transmigrasi, maka Kementerian DPDTT pasti ikut bertindak. Setidaknya jangan sampai pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di sana tidak terpenuhi. Makanya mari bersama-sama bantu saudara-saudara di desa yang kena musibah kebakaran hutan,” ujarnya.

Langkah lain, Kementerian DPDTT kata Marwan, sejauh ini juga tengah menjalankan program antisipatif terhadap musim kemarau. Misalnya, membangun embung atau alat penampungan air di setiap desa, melakukan pengadaan sumur bor desa, serta membuat sumur besar bersama.

Sementara bagi desa-desa yang berada di kawasan hutan, Kementerian DPDTT telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan BUMN seperti Perum Perhutani, agar masyarakat bisa dilibatkan dalam pengelolaan hutan.

“Hutan ini kan anugerah Allah SWT yang sangat besar bagi negara Indonesia, maka harus dimanfaatkan dan jangan sampai menjadi sumber bencana. Semua pihak harus ikut peduli pada masalah ini. Termasuk aparat penegak hukum, kalau ada yang terlibat secara sengaja dalam pembakaran hutan, maka harus ditangkap,” ujar Marwan.

Sumber : klik di sini

Share Button