Herpetofauna merupakan salah satu jenis satwaliar yang keberadaannya dalam areal reklamasi dapat dijadikan indikator keberhasilan reklamasi. Selain dapat dijumpai hampir di semua tipe habitat dan untuk beberapa jenis herpetofauna hanya dijumpai pada tipe habitat yang spesifik sehingga baik dijadikan sebagai indikator terjadinya perubahan lingkungan.

“Survey herpetofauna yang dilakukan di areal reklamasi tambang batubara PT. Singlurus Pratama pada bulan Agustus – Desember 2015 menemukan individu amfibi yang lebih banyak dibanding reptil meskipun jumlah jenisnya tidak terlalu banyak. Dari hasil survey tersebut ditemukan sebanyak 10 spesies dari 5 famili jenis reptil dan 11 spesies dari 6 famili amfibi”, kata Ulfah Karmila Sari, S.Hut peneliti Balai Litbang Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA).

“Beberapa jenis reptil dan amfibi yang ditemukan di areal reklamasi tambang batubara PT. Singlurus Pratama adalah Dasia vittata (kadal pohon), Eutropis multifasciata (kadal kebun), Polypedates leucomystac (katak pohon bergaris), Fejervarya cancrivora (katak sawah), Cyrtodactylus baluensis (cicak hutan), Dendrelaphis pictusKaloula baleata (ular tali picis), dan Enhydris enhydris (belentuk)”, kata Teguh Muslim, S.Hut peneliti Balitek KSDA yang juga ikut dalam tim penelitian ini.

2Survey yang dilakukan oleh tim Balitek KSDA dengan cara pencarian langsung atau survey perjumpaan visual (Visual Encounter Survey). Sedangkan identifikasi jenis-jenis herpetofauna yang dijumpai berdasarkan buku Yanurefa et al. (2012), Inger et al. (2005), Das (2004), Mistar (2003) dan Malkmus et al. (2002).

“Eksplorasi herpetofauna kita lakukan pada siang hari pukul 05.00-11.00 WITA dan malam hari pukul 19.00-24.00 WITA. Eksplorasi terutama pada spot-spot air dalam kawasan pertambangan dan area yang jarang ditumbuhi vegetasi bawah (semak/belukar) agar herpetofauna mudah terlihat”, kata Teguh Muslim.

Untuk diketahui Survey lain untuk areal reklamasi tambang batubara di wilayah lainnya di Kalimantan Timur adalah di PT. Berau Coal (Boer et al., 2014) dan PT. Kelian Equatorial Mining (PT. KEM) (Boer et al., 2007) dilaporkan ada 28 jenis herpetofauna yang meliputi 21 jenis ordo amfibi dari 7 jenis reptil.

Teguh Muslim menegaskan bahwa dari hasil survey herpetofauna yang telah dilakukan ditemukan beberapa jenis yang berbeda pada lokasi yang berbeda. Seperti katak Ingerohrynus biporcatus ada di kawasan PT. Singlurus Pratama namun tidak ditemukan di PT Berau, sebaliknya katak Pelophryne borbonica ditemukan di PT Berau Coal namun tidak dijumpai di PT. Singlurus Pratama.

“Jenis herpetofauna yang ditemukan dapat mencirikan suatu karakteristik kawasan dan habitat atau jenis yang hanya ditemukan pada lokasi atau habitat tertentu (microhabitat), contohnya Enhidris endhydris dan Fejervarya cancrivora yang selalu berasosiasi dengan air.  Selain itu, adapula jenis yang umum (sama) dietmukan pada lokasi yang berbeda (penyebaran luas) yaitu Duttaphyranus melasnostictus”, imbuhnya.

Makin banyak survey dilakukan khususnya pada kawasan terdegradasi diharapkan makin besar peluang penemuan jenis baru ataupun jenis yang berbeda dengan survei yang terdahulu. ***ADS

Sumber: Majalah Swara Samboja Vol IV/No. 3/Th 2015

Share Button