Evakuasi Ular Sanca Batik di Arboretum Balitek KSDA

Balitek KSDA, 10 Mei 2018

Kamis malam (10 Mei 2018), petugas pengamanan yang sedang melakukan patroli Orangutan Research Center dikejutkan adanya ular sanca batik (Python reticulatus) yang melintas di lokasi kandang karantina orangutan di Arboretum Balitek KSDA.

Menurut dokter hewan Yayasan Jejak Pulang, drh. Anne, ular tersebut belum lama berganti kulit dan sedang mencari mangsa. Hal ini terlihat dari kenampakan kondisi kulit yang sangat bagus serta agresivitas gerakannya. “Ular ini belum lama berganti kulit dan oleh karenanya dia butuh mangsa untuk mengembalikan tenaganya. Selain itu, terlihat gerakannya yang agresif menunjukkan bahwa dia lapar.” Kata drh Anne.

Upaya penangkapan ular berjalan cukup lama karena keterbatasan alat dan kondisi gelap. Akhirnya dengan melibatkan beberapa orang, ular berhasil diamankan. Ular tersebut kemudian dilepaskan di Tahura Bukit Soeharto yang jauh dari kawasan pemukiman warga. Ular dengan ukuran diameter 20 cm dan panjang 5 meter itu sudah berbahaya bagi manusia. Meskipun tidak berbisa, namun kekuatan lilitan otot ular sanca dewasa mampu melumpuhkan seorang manusia dewasa dan memangsanya.

Evakuasi satwa liar ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Balitek KSDA dan Jejak Pulang. Pada 19 Maret 2018 lalu, tim Forest Ranger ORC membantu melepaskan beruang muda yang terkena jerat babi hutan yang dipasang warga di KM 7. Kemudian pada 30 Maret 2018, tim peneliti Balitek KSDA juga mengamankan buaya muara yang masuk pemukiman warga di Teluk Pemedas Kecamatan Smaboja dan diserahkan ke BKSDA Kaltim. Terakhir, pada 25 April 2018 tim Jejak pulang mengevakuasi seekor individu bekantan yang berada di persawahan warga di KM 30 Kelurahan Karya Merdeka ke Habitatnya di Sungai Hitam Samboja.