BPTKSDA (Samboja, 12/06/2015)_”Etam Betanam Pohon, Kendianya untuk Waresan Kana’ Cucu” (Kita tanam pepohonan, warisan untuk generasi masa depan) menjadi tema kegiatan penanaman peserta Rakornis Tahun 2015 Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di KHDTK Samboja pada hari Jumat, 12 Juni 2015.

“Keanekaragaman hayati di Kalimantan khususnya di KHDTK Samboja sangat beraneka ragam. Menjaga dan melestarikan hutan hendaknya menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah daerah dan semua aparat di Kalimantan. Mari kita lestarikan dan kita jaga KHDTK Samboja yang makin berkurang kawasannya”, kata Ir. Tri Joko Mulyono, MM Sekbadan Litbang dan Inovasi dalam sambutannya.

IMG_5831IMG_5826Kegiatan penanaman ini diikuti 200 peserta baik dari Puslit, UPT Balitbang dan Inovasi seluruh Indonesia, Aparat pemerintah setempat , Polsek, Koramil, dan tamu undangan lainnya. Jumlah bibit yang disediakan sebanyak + 200 bibit yang terdiri dari jenis pulai (Alstonia sp.), gaharu (Aquilaria sp.), damar (Agathis sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), meranti (Shorea sp.) dll. Areal yang dijadikan lokasi penanaman merupakan areal kebun benih Lai (Durio kutejensis). Terlihat Sekbadan, para kepala balai dan peserta lainnya dengan antusias menanam.

Kegiatan selanjutnya adalah menelusuri Rintis Wartono Kadri yang berlokasi tidak jauh dari tempat penanaman. Kegiatan diawali dengan foto bersama di Patung Jamur yang menjadi pintu gerbang sekaligus icon Rintis Wartono Kadri. Banyak peserta yang antusias mengetahui keanekaragaman hayati di Rintis Wartono Kadri sekaligus menikmati keindahan Hutan Hujan Tropis di Kalimantan, berhubung banyak yang berasal dari luar Kalimantan. Banyaknya pohon jenis Dipterokarpa menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Ini shelter Ratu Beatrix”, kata Tri Atmoko salah satu peneliti Balitek KSDA yang menjadi salah satu guide para peserta. “Wah, kalo gitu perlu ada plang, atau monumen mas”, kata Thomas Nifinluri (Kepala Program dan Anggaran Balitbang dan Inovasi). “Setuju mas,” ujar peserta lainnya yang mendengarkan perbincangan mereka. menurut paara peserta, perlu banyak pembenahan di Rintis Wartono Kadri agar bisa lebih memiliki daya tarik wisatawan dan menjadi eco tourism di KHDTK Samboja.

Usai jalan-jalan di hutan, peserta beristirahat di kantor Balitek KSDA sembari mengunjungi fasilitas Balitek KSDA seperti herbarium, perpustakaan dan laboratorium. Ramah tamah  yang dilanjutkan dengan santap siang menjadi penutup rangkaian agenda hari ini di kantor Balitek KSDA. Semoga apa yang kita tanam hari ini dapat memberikan warisan untuk anak cucu kita kelak***ADS
IMG_5876IMG_5996IMG_5966IMG_5889

IMG_6110IMG_5902

 

Share Button