Kurikulum pengajaran di Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas) Balikpapan lebih banyak bersifat eksplorasi, belum ada mata kuliah lingkungan dan konservasi. Padahal, untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dibutuhkan lulusan yang berwawasan lingkungan.  Karena itu, STT Migas bermaksud menggandeng Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) untuk bekerja sama.

Hal itu disampaikan Karnila W, Wakil Rektor II STT Migas dalam kunjungannya ke Kantor Balitek KSDA, Selasa (31/8/2016).

Lebih lanjut, Karnila menjelaskan bahwa salah satu visi STT Migas adalah penelitian. Namun, saat ini belum banyak dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia. Melalui kerja sama dengan Balitek KSDA diharapkan dapat melakukan kolaborasi penelitian serta pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.

Kepala Balitek KSDA, Ahmad Gadang Pamungkas menyambut baik undangan tersebut. “Kerja sama dapat memperkaya kurikulum ekplorasi menjadi lebih ramah lingkungan, mengurangi dampak negatif eksplorasi terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.

“Bentuk kerja sama bisa dalam kolaborasi riset bersama mahasiswa dan dosen maupun kuliah umum,” lanjutnya.

4Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh para peneliti Balitek KSDA tersebut dibahas pula bentuk-bentuk kerja sama serta manfaat yang dapat diperoleh. “Dengan bekerja sama dapat memperkuat jaringan antar lembaga maupun individu serta meningkatkan kapasitas SDM,” ujar Ishak Yassir.

Berbagai saran dan usulan lain juga disampaikan oleh peneliti. Diantaranya pengembangan energi untuk masyarakat pedalaman dan pembangunan laboratorium alam.***Emilf

Share Button