Alam adalah guru yang menarik, mempesona sekaligus sabar. Alam menghidangkan pengetahuan, sekaligus mengajarkan banyak sisi kehidupan termasuk nilai-nilai dengan segala perilakunya. Alam juga senantiasa setia dan terbuka menyediakan dirinya untuk dieksplorasi potensi pengetahuannya, kapan saja kita mau.

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Keragaman Hayati Internasional (International day for Biological Diversity) sekaligus mengisi liburan sekolah, Balitek KSDA Samboja mengadakan field trip lingkungan untuk anak-anak bertajuk “Children Go to Research” yang dilaksanakan di Kantor Balitek KSDA Samboja, Rabu (21/05).

Acara yang diikuti sekitar 30 anak sekolah dasar dari berbagai tingkatan umur dan sebagian besar merupakan anak dari karyawan Balitek KSDA ditambah anak penduduk sekitar ini mengambil tema “Hutanku Tak Boleh Hilang”. Acara tersebut merupakan perpaduan antara permainan, wisata dan pengenalan flora-fauna.

Dimulai dengan kunjungan ke Herbarium Wanariset, anak-anak mendapat penjelasan sederhana tentang apa itu herbarium, kegunaan dan koleksi tanaman. Setelah itu anak-anak diajak ke laboratorium, perpustakaan, melihat penangkaran Rusa Sambar, dan menonton film lingkungan. Semua obyek kunjungan ada di areal kantor Balitek KSDA dan dibimbing oleh para peneliti dan staf Balitek KSDA.

Tentang herbarium, anak-anak mendapat bimbingan dari Swasta Bina Sitepu, S.Hut. Sementara di laboratorium, Septina Asih Widuri, S.Si menjelaskan tentang kegunaan alat-alat seperti mikroskop. Di perpustakaan anak-anak mendapat panduan tentang perpustakaan oleh Eka Purnamawati, S.Hut dan Cici Sri Utami, S.Hut, MSi. Selain itu, Ketua Kelti Konservasi Kawasan, Faiqotul Falah, S.Hut, MSc, juga membacakan buku cerita tentang lingkungan bagi anak-anak.

Setelah mengunjungi penangkaran Rusa Sambar dan mendapat penjelasan tentang berbagai hal tentang rusa oleh Tri Atmoko, S.Hut, MSi, peserta field trip dengan gembira dan antusias menuju gedung kantor lama untuk menyaksikan pemutaran film tentang lingkungan. Rencananya di lain waktu, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kunjungan anak-anak ke persemaian, arboretum, tracking menelusuri hutan, belajar membuat spesimen tumbuhan dan belajar mencetak jejak rusa dengan gips.

Fransisca Emilia, S.Hut., MSc, sebagai inisiator dan pemandu acara, berharap agar melalui kegiatan semacam ini, anak-anak dapat mengenal lingkungan penelitian tempat sebagian besar orang tuanya bekerja, sekaligus mengisi liburan dengan hal yang positif. Dalam jangka panjang, semoga pada diri anak-anak ini semakin tertanam rasa kecintaan dan kesadaran akan lingkungan, terutama hutan sehingga pada waktunya nanti mereka akan menjadi bagian dari kelompok orang yang bisa mengelola lingkungan dengan arif dan penuh rasa tanggung jawab.***(ed)

Sumber : klik di sini

Share Button