Forda (Balikpapan, 9/06/15). “Penerapan Konsep Bersinergi dengan Alam untuk Merehabilitasi Lahan Pasca Tambang Batubara” menjadi salah satu konsep yang diusung Balitek KSDA untuk mensukseskan Geltek Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Konservasi Sumber Daya Alam, Restorasi Areal Terdegradasi Pasca Tambang dan Pengelolaan Dipterokarpa” di Hotel Novotel Balikpapan Selasa (9/06/15).

 

IMG_5620Konsep yang diprakarsai dan disampaikan dalam geltek oleh Dr. Ishak Yassir peneliti muda Balitek KSDA ini diharapkan mendorong suksesnya rehabilitasi lahan pasca tambang batubara. “Penerapan konsep bersinergi dengan alam pada intinya adalah bagaimana mengkombinasikan usaha-usaha perbaikan dan pemulihan suatu ekosistem yang rusak yang dilakukan oleh kita sebagai manusia dengan bantuan kekuatan alam”, kata Ishak. “Penerapan konsep sinergi dengan alam ini didasari pemaham bahwa usaha-usaha perbaikan dan pemulihan yang dilakukan melalui kegiatan reklamasi dan revegetasi khususnya di lahan pasca tambang di dalam kawasan hutan akan jauh lebih efektif dan efisien jika kita mampu menciptakan kondisi di lapangan yang dapat mempercepat terjadinya regenerasi alami”, umbuhnya.

Materi lain yang disampaikan dalam geltek ini adalah “Menghutankan Lahan Bekas Tambang Timah” oleh Prof. Ris. Dr. Pratiwi (Puskonser), “Teknologi Tepat Guna dalam Rangka Diversivikasi Produk Tengkawang untuk meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Lokal” oleh Dr. Rizky Maharani (Balai Besar Penelitian Dipterocarpa) dan “Teknologi Isomik (Isolat Mikroba) untuk Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang oleh Retno Prayudyaningsih, S.Si, M.Sc (BPK Makassar). Moderator yang mendampingi pemaparan materi ini adalah Ir. Adi Susmianto, M.Sc (Sesi 1) dan Dr. Ir. Bambang Tri Hartono, M.Sc. (Sesi 2).

“Litbang harus dikenal rakyat,” kata Sekbadan Litbang, Ir. Tri Joko Mulyono, MM. menyampaikan mandat yang diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada Badan Litbang dan inovasi. “Usaha-usaha untuk mencapai tujuan tersebut bisa dilakukan dengan adanya Gelar Teknologi (Geltek) maupun Alih Teknologi (Altek), dan penyebaran hasil litbang dengan website maupun publikasi lainnya”, imbuhnya. Gelat teknologi ini diharapkan dapat memberikan input IPTEK bagi institusi terkait dengan konservasi alam dan sektor swasta terkait dengan pertambangan di kawasan hutan.

5 Buku IPTEK Kehutanan dan Lingkungan Hidup hasil karya dari peneliti Badan Litbang Kehutanan dan Inovasi juga dilaunching dalam geltek ini. Buku tersebut adalah Agroforestry Berbasis Jelutung Rawa dan Solusi Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Pengelolaan Lahan Gambut karya Marinus Kristiadi Harun (BPK Banjarbaru), Seri 1 Bersinergi dengan Alam; Jenis-jenis Tumbuhan dari Proses Regenerasi Alam di Lahan Bekas Tambang Batubara karya Ishak Yassir dan Bina Swasta Sitepu, Seri 2 Bersinergi dengan Alam; Burung dan Kelelawar di Lahan Bekas Tambang Batubara karya Ishak Yassir dan Tri Atmoko, Panduan Pengukuran karbon Tegakan Tanaman Meranti karya Asef K. Hardjana dan Shorea leprosula Miq dan Shorea Johorensis Foxw; ekologi, silvikultur, budidaya dan pengembangan karya Sutedjo, Wahyuni Hartati, Marjenah, Wawan Kustiawan, Sumaryono, Djumali Mardji dan Rujehan.

Acara yang dihadiri sekitar 110 orang yang terdiri dari Sekbadan, Puslit, UPT Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, para pengambil kebijakan, peneliti, akademisi, praktisi kehutanan dan lingkungan, swasta, NGO serta instansi terkait di wilayah kalimantan ini berlangsung meriah. Semoga kegiatan ini dapat mendorong kita semua untuk terus melakukan upaya konservasi sumber daya alam Indonesia.***ADS

2 IMG_54401 IMG_5428

Share Button