SDN 011 Samboja Wisata Ilmiah di Balitek KSDA

(Samboja, 3/05/2018)_Balitek KSDA kembali menjadi tujuan wisata ilmiah bagi pelajar SDN 011 Samboja. Sebanyak 43 siswa kelas 4 dan 5 SDN 011 Samboja didampingi kepala sekolah dan tujuh guru pendamping pada Senin (30/03). Kegiatan ini diinisiasi oleh 3 (tiga) mahasiswa Program Kerja Lapangan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman di Balitek KSDA.

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk belajar mencintai alam, membekali siswa dalam metode pengenalan hutan lebih dekat untuk kehidupan sehari-hari dan memberikan tambahan pengetahuan tentang alam yang ada di lingkungan sekitar.

“Adik-adik akan diajak untuk belajar apa itu herbarium dan diajak jalan-jalan menyusuri trek di hutan yang ada dekat dengan kita,” kata Kepala Seksi Data Informasi dan Sarana Penelitian, Taufiqurrohman, S.Hut, MPA pada saat menyampaikan sambutan selamat datang. Selain itu Taufiq  juga mengajak para pelajar untuk ikut menjaga kelestarian hutan terutama yang ada di sekitar kita.

Kepala Sekolah SDN 011 Samboja Abdul Wahab, S.Pd. dalam sambutannya mengajak para siswa untuk memperhatikan materi yang disampaikan oleh pendamping dari Balitek KSDA dan kakak PKL Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. “Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan dari yang sudah didapatkan di sekolah. Sekalian kita belajar sambil berwisata,” tambah Abdul.

Wisata ilmiah diawali dengan kunjungan ke Herbarium Wanariset dengan penjelasan apa itu herbarium, proses pembuatan dan manfaat herbarium yang disampaikan oleh Kak Mirna, Aisyah, Listika dan Mira. Siswa juga diajak untuk melihat aneka koleksi spesimen baik itu spesimen kering maupun yang spesimen basah. Di tengah materi tentang herbarium diselingi dengan pertanyaan dari siswa dan akan mendapatkan doorprize di akhir acara.

Setelah mendapatkan materi herbarium, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk secara bergantian masuk ke Trek Wartono Kadri untuk mengeksplorasi keragaman hayati yang ada di sepanjak trek. Siswa ditugaskan untuk mencatat pohon, burung, bunga, amphibi, dan keragaman hayati lainnya pada lembar yang telah disiapkan. Terlihat para siswa sangat antusias mencatat temuan hasil pengamatan mereka di sepanjang trek.

Selain itu di tiga titik di trek, kakak dari mahasiswa PKL dan pendamping dari Balitek KSDA menyampaikan materi siklus energi, rantai makanan dan pemanfaatan hutan. Pedamping dari Balitek KSDA antara lain Ike Mediawati, Ardiyanto W. Nugroho, Widyawati, Deny Adiputra, Rudimin Akbar, dan Frans Paginta. Di akhir acara siswa diajak mengevaluasi temuan mereka dan pembagian doorprize. Terlihat siswa sangat menikmati kegiatan wisata ilmiah ini dan diharapkan juga dapat meningkatkan kecintaan mereka terhadap kelestarian hutan Indonesia***ADS

Kunjungan Kepala Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB ke Balitek KSDA

Kepala Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB, drh. Huda S. Darusman, Ph.D bersama dengan Prof. Sri Suprapti Masjoer berkesempatan berkunjung ke Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) di Samboja, Minggu, 8 April 2018. Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah memberikan kuliah umum dan menandatangani MoU kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dengan PSSP-IPB dan Program Studi Primatologi IPB.

Dalam kunjungan singkatnya ke Balitek KSDA, Huda menyampaikan adanya peluang kerjasama dengan Balitek KSDA khususnya dalam kegiatan penelitian satwa primata. Sebagaimana diketahui bahwa Balitek KSDA telah melakukan berbagai aktifitas litbang terkait satwa primata, seperti orangutan dan bekantan. “Objek penelitian yang dilakukan baik oleh Balitek KSDA maupun PSSP IPB serupa, yaitu satwa primata. Hal ini sangat menarik untuk ditindaklanjuti melalui kerjasama” ungkap drh. Huda.

Pusat Studi Satwa Primata IPB merupakan Pusat Unggulah IPTEK bidang primatologi. PSSP-IPB memiliki laboratorium yang sangat representative untuk berbagai penelitian yang terkait biologi dan ekologi molekuler, dan biomedis. Selain itu PSSP-IPB juga memiliki fasilitas penangkaran semi-alami Macaca fascicularis di Pulau Tinjil, Provinsi Banten. Terkait kerjasama penelitian dan pengembangan telah banyak dilakukan baik sekala nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Kepala Seksi Diseminasi, Informasi, dan Sarana Penelitian Balitek KSDA, Taufiqurrohman, S.Hut., MAP., mempresentasikan sekilas tentang Balitek KSDA dan Orangutan Research Center (ORC) hasil kerjasama Balitek KSDA, BKSDA Kalimantan Timur dan Yayasan Jejak Pulang. Menurut Taufiq, Orangutan Research Center saat ini sedang merehabilitasi 6 (enam) individu orangutan hasil penyerahan masyarakat dan sitaan dari BKSDA Kalimantan Timur. ”Kita di sini lebih focus untuk merehabilitasi orangutan yang masih bayi dan anak-anak, karena mereka lebih potensial untuk direintroduksi” ungkap Taufiqurohman, dalam sambutannya mewakili Kepala Balai.

Prof Sri Supraptini menyampaikan bahwa dulu, PSSP IPB pernah terjalin kerjasama yang erat dengan Wanariset Samboja (cikal bakal Balitek KSDA-pen) untuk kegiatan rehabilitasi satwa orangutan. Namun sempat terhenti karena kesibukan PSSP serta perubahan core research wanariset menjadi balitbang perbenihan.“Kami sangat senang sekali jika nanti dari Balitek KSDA mau berkunjung ke PSSP IPB untuk membahas kerjasama lebih lanjut. Pintu kami selalu terbuka lebar” ungkap Supraptini.

Balitek KSDA menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. Tri Atmoko, peneliti Balitek, menyampaikan bahwa kegiatan penelitian primate Balitek KSDA, terutama penelitian di Orangutan Research Center butuh support dari PSSP-IPB terutama dalam hal kesehatan satwa, biologi molekuler dan penyakit satwa. Balitek KSDA memiliki akses yang dekat dengan berbagai satwa primata, terutama yang ada di Kalimantan, sedangkan PSSP-IPB memiliki teknologi dan SDM yang cukup baik. “Kerjasama akan dapat memperkuat kedua institusi” pungkas Tri.

 

 

KELUARGA BESAR BALITEK KSDA DAN JEJAK PULANG PERINGATI HARI BHAKTI RIMBAWAN KE-35

Balitek KSDA (Samboja, 28/03/2018)_Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-35 dilaksanakan dengan meriah oleh keluarga besar Balitek KSDA dan Jejak Pulang dengan berbagai kegiatanan yaitu donor darah, aneka perlombaan serta trekking dan penanaman pohon.

Peringatan ini dibuka dengan kegiatan Donor Darah yang difasilitasi PMI RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja, Jumat (16/03/18). Peserta donor darah adalah pegawai Balitek KSDA, Dharma Wanita Balitek KSDA, dan Yayasan Jejak Pulang. Kegiatan ini diselenggarakan di guess house Balitek KSDA.

Kegiatan selanjutnya adalah berbagai perlombaan antara lain lari balap balon, makan krupuk, bakiak, naga air dan balap kelereng secara kelompok, Senin (19/03/18). Kegiatan ini diselenggarakan secara meriah dan dengan tujuan mempererat kekeluargaan antar pegawai Balitek KSDA maupun dengan pegawai Yayasan Jejak Pulang. Selain itu juga diadakan pembagian doorprize untuk peserta.

Menutup rangkaian kegiatan peringatan hari Bhakti Rimbawan kali ini dilakukan dengan trekking dan penanaman pohon yang diikuti oleh keluarga besar Balitek KSDA, Yayasan Jejak Pulang dan Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman yang sedang Praktek Kerja Lapangan.

“Trekking kali ini dipilih Trek Henry Bastaman sepanjang 1.375 m dengan pertimbangan relatif mudah dilalui dan memiliki rute sedang, mengingat banyak anak-anak yang mengikuti kegiatan ini”, kata Gadang Pamungkas kepala Balitek KSDA.

Selain dilakukan trekking juga diadakan penanaman pohon bagi seluruh peserta di sepanjang trek. Jenis pohon yang ditanam adalah Shorea Smithiana dan Dipterocarpus confertus sebanyak 100 bibit. Terlihat anak-anak sangat menikmati pengalaman menanam pohon dan menikmati suasana hutan di KHDTK Samboja. Salam Rimbawan! ***ADS

Tingkatkan Kapasitas SDM, Balitek KSDA Gandeng TNC Lakukan Pelatihan Sistem Informasi Geografis

Balitek KSDA Samboja bekerjasama dengan TNC (The Nature Conservancy)  menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Sistem Informasi Geografis Untuk Penelitian Konservasi Sumber Daya Alam”, bertempat di ruang rapat Balitek KSDA selama 3 hari (13-15/3/2018).

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam penggunaan analisis spasial untuk kegiatan penelitian,” ujar Mukhlisi, S.Si., M.Si salah satu staf peneliti Balitek KSDA. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 11 peserta meliputi 8 staf peneliti, 2 staf teknisi litkayasa dan 1 staf pengelola KHDTK.

Pelatihan dibimbing oleh tenaga GIS TNC, Mohammad Arief, S.Si dan Adis Hendriatna, S.Hut.  Materi yang disampaikan adalah kombinasi teori dan praktek secara langsung di antaranya input data GPS ke software, produksi dan layout peta, operasionalisasi data vector/tabular, penggunaan fungsi spatial analysis, serta latihan beberapa studi kasus.

Pada akhir pelatihan, peserta diminta untuk menyelesaikan studi kasus dengan mempresentasikan hasil analisis spasial berupa tingkat keterancaman habitat orangutan di lanskap Kutai menggunakan kriteria serta bobot/skor yang disepakati.

Menurut Adis Hendriatna, S.Hut, sebetulnya banyak software yang dapat digunakan untuk analis spasial, namun dalam pelatihan ini digunakan Quantum GIS, karena bersifat open source yang tentunya gratis dan terus berkembang secara dinamis.

Menariknya, dalam pelatihan ini juga diperkenalkan beberapa aplikasi GIS lain yang dapat digunakan untuk menunjang penelitian bidang konservasi sumber daya alam, seperti Maxent untuk memodelkan distrubusi/kesesuaian habitat suatu spesies serta Distance untuk analisis densitas satwa liar.

Lebih lanjut, trainer lainnya Mohammad Arief, S.Si, mengingatkan bahwa pelatihan penggunaan software untuk analisis spasial tidak mungkin selesai melalui pelatihan singkat 3 hari saja, diperlukan latihan rutin secara mandiri untuk betul-betul menguasainya.

“Peningkatan kapasitas SDM ini adalah bagian dari program kemitraan yang sudah dijalin antara TNC dan Balitek KSDA,” ungkap Edy Sudiono, SP selaku Program Manager TNC. Sebagaimana diketahui, Balitek KSDA dan TNC dalam berbagai kesempatan melakukan survey gabungan untuk mendukung pengelolaan Bentang Alam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Wehea Kelay.

Kepala Balitek KSDA Samboja, Ahmad Gadang Pamungkas, S.Hut., M.Si berharap melalui pelatihan ini para peneliti dapat mengaplikasikannya untuk mendukung kegiatan penelitian yang dilakukan agar lebih berkualitas. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa para peneliti harus terus mengikuti perkembangan berbagai metode baru dalam penelitian, termasuk analisis spasial. (MSI)