LOKAKARYA PEMANTAPAN ISU ISU STRATEGIS UNTUK PENYUSUNAN RENSTRA BALITEK KSDA

Setelah melaksanakan workshop penggalian isu-isu strategis bersama pihak LSM dan swasta seminggu sebelumnya (03/05/2018), Balitek KSDA kembali melaksanakan Lokakarya Pemantapan Isu-Isu Strategis Untuk Penyusunan Renstra dengan mengundang para pihak dari pemerintah dan akademisi. Acara yang difasilitasi oleh The Nature Conservancy (TNC) Indonesia digelar di Hotel Selyca Mulia Samarinda pada Rabu, 9 Mei 2018.

Kepala Balitek KSDA terlebih dulu menyampaikan monitoring dan evaluasi capaian Renstra Balitek KSDA 2015-2019 serta rencana tahapan penyusunan Renstra Balitek KSDA 2020-2024. “Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua setelah minggu lalu kami mengadakan workshop dengan mitra dari LSM dan swasta. Harapannya pertemuan hari ini lebih memantapkan isu-isu yang sudah muncul minggu lalu disinkronkan dengan arah kebijakan pemerintah.”

Hadir sebagai narasumber pada acara lokakarya kali ini yaitu Drs. Johny Holbert Panjaitan, M.Sc, Kabag Program Badan Litbang Inovasi LHK menyampaikan paparan terkait arahan kebijakan litbang dan inovasi periode 2020-2024. Dalam arahannya, Johny menyampaikan skema dukungan kebijakan pemerintah dalam Prinas dan RKP yang bersifat dinamis, serta sinkronisasi RPPI sebagai induk setiap kegiatan litbang UPT di daerah. Johny juga mengapresiasi inisiatif Balitek KSDA menyelenggarakan pertemuan ini. “Kegiatan ini sangat bagus untuk menjaring isu dan permasalahan di lapangan. Sehingga penyusunan renstra balai maupun BLI tidak hanya secara top down tapi juga bottom up.”

Narasumber lainnya Wiwied Widodo, S.Hut., M.Si dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyampaikan paparan  Arah kebijakan KSDAE periode 2020-2024. Lebih jauh Wiwied menyoroti tentang kekayaan sumberdaya genetik hutan Indonesia serta beberapa contoh pemanfaatannya. “Banyak sekali potensi sumberdaya genetic yang kita miliki yang belum kita ketahui manfaatnya. Bahkan banyak negara lain yang menginginkan mendapatkan material sampel dari negara kita untuk kegiatan penelitian.”

Hadir dalam lokakarya kali ini Dinas Kehutanan Propinsi Kaltim, P3E Kalimantan, UPT Kementerian LHK dan para KPH. Selain itu juga diundang kembali perwakilan pihak swasta, LSM, forum Lembaga dan akademisi. Beberapa isu yang mengemuka dalam lokakarya kali ini di antaranya terkait penelitian kehati, FEM (food, energy, and medicine), kebijakan konservasi, kajian social ekonomi, kuota ekspor satwa, database dan knowledge management, konflik SDA, dan lokus penelitian di Taman Nasional.

“Usulan-usulan bapak ibu akan kami kolaborasikan dengan rencana penelitian yang kompatibel dengan sumberdaya yang ada di Balitek KSDA. Ini menjadi satu proses yang penting dan membantu sekali dalam proses penyusunan rencana penelitian kami ke depan.” kata Ahmad Gadang di akhir acara lokakarya.