Kunjungan Kepala Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB ke Balitek KSDA

Kepala Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB, drh. Huda S. Darusman, Ph.D bersama dengan Prof. Sri Suprapti Masjoer berkesempatan berkunjung ke Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) di Samboja, Minggu, 8 April 2018. Kunjungan tersebut dilakukan sehari setelah memberikan kuliah umum dan menandatangani MoU kerjasama antara Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dengan PSSP-IPB dan Program Studi Primatologi IPB.

Dalam kunjungan singkatnya ke Balitek KSDA, Huda menyampaikan adanya peluang kerjasama dengan Balitek KSDA khususnya dalam kegiatan penelitian satwa primata. Sebagaimana diketahui bahwa Balitek KSDA telah melakukan berbagai aktifitas litbang terkait satwa primata, seperti orangutan dan bekantan. “Objek penelitian yang dilakukan baik oleh Balitek KSDA maupun PSSP IPB serupa, yaitu satwa primata. Hal ini sangat menarik untuk ditindaklanjuti melalui kerjasama” ungkap drh. Huda.

Pusat Studi Satwa Primata IPB merupakan Pusat Unggulah IPTEK bidang primatologi. PSSP-IPB memiliki laboratorium yang sangat representative untuk berbagai penelitian yang terkait biologi dan ekologi molekuler, dan biomedis. Selain itu PSSP-IPB juga memiliki fasilitas penangkaran semi-alami Macaca fascicularis di Pulau Tinjil, Provinsi Banten. Terkait kerjasama penelitian dan pengembangan telah banyak dilakukan baik sekala nasional maupun internasional.

Sebelumnya, Kepala Seksi Diseminasi, Informasi, dan Sarana Penelitian Balitek KSDA, Taufiqurrohman, S.Hut., MAP., mempresentasikan sekilas tentang Balitek KSDA dan Orangutan Research Center (ORC) hasil kerjasama Balitek KSDA, BKSDA Kalimantan Timur dan Yayasan Jejak Pulang. Menurut Taufiq, Orangutan Research Center saat ini sedang merehabilitasi 6 (enam) individu orangutan hasil penyerahan masyarakat dan sitaan dari BKSDA Kalimantan Timur. ”Kita di sini lebih focus untuk merehabilitasi orangutan yang masih bayi dan anak-anak, karena mereka lebih potensial untuk direintroduksi” ungkap Taufiqurohman, dalam sambutannya mewakili Kepala Balai.

Prof Sri Supraptini menyampaikan bahwa dulu, PSSP IPB pernah terjalin kerjasama yang erat dengan Wanariset Samboja (cikal bakal Balitek KSDA-pen) untuk kegiatan rehabilitasi satwa orangutan. Namun sempat terhenti karena kesibukan PSSP serta perubahan core research wanariset menjadi balitbang perbenihan.“Kami sangat senang sekali jika nanti dari Balitek KSDA mau berkunjung ke PSSP IPB untuk membahas kerjasama lebih lanjut. Pintu kami selalu terbuka lebar” ungkap Supraptini.

Balitek KSDA menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. Tri Atmoko, peneliti Balitek, menyampaikan bahwa kegiatan penelitian primate Balitek KSDA, terutama penelitian di Orangutan Research Center butuh support dari PSSP-IPB terutama dalam hal kesehatan satwa, biologi molekuler dan penyakit satwa. Balitek KSDA memiliki akses yang dekat dengan berbagai satwa primata, terutama yang ada di Kalimantan, sedangkan PSSP-IPB memiliki teknologi dan SDM yang cukup baik. “Kerjasama akan dapat memperkuat kedua institusi” pungkas Tri.